SEJARAH PERUSAHAAN

Posted: February 20, 2013 in Uncategorized

SEJARAH PERUSAHAAN

Pendiri perusahaan ini adalah ayah dari bapak Supriyadi. Artinya usaha ini merupakan usaha turun temurun dari keluarga bapak supriyadi yang merantau dari tiong hoa ke kota sumenep pada tahun 1970an. Kemudian pindah ke kota bangkalan pada tahun 1994. Orang  tua bapak supriyadi ini awalnya menjual rempah-rempah dan kacang-kacangan termasuk juga kedelai.

Seiring berjalannya waktu kemudian muncullah ide dari benak orang tua bapak supriyadi untuk memperbaiki tatanan ekonomi  keluarga dengan cara memproduksi kecap. Kecap yang di produksi tidak dengan skala besar, kemudian hasil produksinya di jajahkan dari rumah ke rumah penduduk sekitar. Yang pada akhirnya usaha ini berkembang hingga saat ini, namun sudah memproduksi dengan skala besar. Dan luas pemasarannyapun menyeluruh sampai pada daerah pelosok kota bangkalan. Akan tetapi perkembangannya tidak terlalu pesat, pasalnya perusahaan ini tetap bersekala rumah tangga.  Dengan variasi kemasan yang berbeda yaitu 600ml dan 350ml. satu hal yang perlu digaris bawahi pada produksi kecap ini bahwa dari dulu sampai sekarang tidak ada perubahan tentang cara pengolahannya maupun pencampurn remah-rempahnya bahkan tidak menggunakan  bahan pengawet  sama sekali termasuk bahan pengental.

Mengingat tempat usaha ini berada di tengah-tengah padat penduduk kota maka perusahaan UD. Kecap Cap Buah Apel ini tidak melakukan kegiatan fermentasi kedelai untuk menghasilkan taucho. Krena menurut bapak supriyadi selaku pemilik perusahaan proses ini tidak dilakukan Karena dapat menghasilkan aroma yang menyengat, dikhawatirkan akan terjadi pencemaran udara pada lingkungan sekitar  mengingat lokasi UD. Kecap Cap Buah Apel ini berada di kawasan Jl. Letnan Soenarto No.4/17 yang merupakan kawasan padat penduduk Sehingga produksi ini ditiadakan. Akan tetapi perusahaan ini memperoleh taucho dari Toko Bunga yang berada di dekat pasar Sorjan dengan harga  Rp. 12.500,- /Kg.

Lokasi perusahaan

Kebijakan pemilihan lokasi perusahaan tidak didasarkan pada pertimbangan bahwa pemilihan lokasi perusahaan merupakan sesuatu yang penting karena berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan yaitu bahwa lokasi yang strategis sangat menentukan keberhasilan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan. Namun Perusahaan ini di dirikan bersebelahan dengan rumah bapak supriyadi. Akan tetapi UD. Kecap Cap Buah Apel ini tergolong bertempat di tempat yang strategis.karena lokasi ini  mendukung aktivitas perusahaan, seperti transportasi yang lancar, kemudahan dalam mendapatkan tenaga kerja, bahan baku, dan sebagainya. Perusahaan UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan bertempat di Jl. Letnan Soenarto No.4/17 Bangkalan.

Identitas perusahaan

Identitas perusahaan atau jati diri perusahan (corporate identity) adalah istilah yang pertama kali dipopulerkan J. Gordon Lippincott, seorang insinyur  sipil di era 1940-an, yang mengemukakan identitas perusahaan adalah semua perwakilan atau perwujudan media visual dan fisik yang menampilkan suatu jati diri organisasi sehingga dapat membedakan organisasi/perusahaan tersebut dengan organisasi/perusahaan lainnya (Rufaidah, 2007).

Identitas untuk Perusahaan UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan, diantaranya :

Nama Perusahaan

:

UD. Kecap Cap Apel Bangkalann

No Perusahaan

:

 

Alamat Perusahaan

:

Jl. Letnan Soenarto No.4/17

Fasilitas Industri

Perusahaan UD. Kecap Cap Apel Bangkalan memiliki fasilitas yang berfungsi sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan produksi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Produksi

Bagian produksi merupakan tempat untuk menjalankan proses produksi kecap, pengukusan gula merah dan taucho, penumbukan bumbu basah, dan penumbukan bumbu kering. Di dalam bagian produksi ini terdapat tungku produksi kecap, penumbukan bumbu kering, penumbukan bumbu basah, dan  penyaringan kecap.

  1. Gudang penyimpanan

Gudang penyimpanan terbagi menjadi dua bagian, antara lain :

  1. Gudang penyimpanan bahan baku

Gudang penyimpanan bahan baku merupakan tempat penyimpanan bahan baku kecap, seperti garam, kedelai, gula jawa, gula madura dan sebagainya.

  1. Gudang penyimpanan produk jadi

Gudang penyimpanan produk jadi merupakan tempat menyimpan kecap yang sudah selesai diisi dan diberi label.

  1. Pembersihan botol

Pembersihan botol merupakan tempat pembersihan botol bekas yang didapat dari pengepul botol. Di dalam tempat pembersihan botol terdapat 2 kolam pembersihan.

  1. Pengisian kecap

Pengisihan kecap merupakan tempat penuangan kecap ke botol kecil (300 ml) maupun  botol besar (600 ml). Di dalam tempat pengisian kecap ini terdapat 5 Galon penampungan kecap setelah disaring, 2 alat penuangan kecap ke botol, 2 almari pelabelan.

Produk yang Dihasilkan

Perusahaan UD. Kecap Cap Apel Bangkalan menghasilkan produk kecap cap apel. Yang terdiri dari 2 Botol kemasan yaitu kemasan kecil dan besar. Untuk kemasan kecil berisi 300 ml dan untuk yang kemasan besar 600 ml.

Bahan Baku

Bahan baku pada pembuatan kecap di UD. Kecap Cap Jeruk Pecel dan Salak Bangkalan terdapat dua bahan baku, diantaranya:

  1. Bahan baku utama
    1. Taucho

Bahan baku taucho ini di beli dari Toko Bunga Bangkalan. Dengan harga Rp. 12.500,- / kg. karena perusahaan kecap Cap Buah Apel Bangkalan tidak melakukan kegiatan fermentasi kedelai.

  1. Gula Merah

Bahan baku gula merah dibeli secara langsung dari Malang. Bahan baku gula merah ini memakai gula merah jawa dan gula merah madura.

 

  1. Bahan baku tambahan

Bahan baku tambahan pada pembuatan kecap di UD. Kecap Cap Apel Bangkalan terdapat dua bahan baku tambahan, diantaranya:

  1. Bahan baku basah

1)      Lengkuas

Lengkuas atau laos diperoleh dari pasar yang berada di Bangkalan serta ada warga sekitar pabrik yang menjualnya sendiri ke pabrik. Lengkuas berkhasiat sebagai anti jamur, anti bakteri, menghangatkan, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mengencerkan dahak, mengharumkan dan merangsang otot.

2)      Serai

Serai atau sereh didapatkan dari pasar yang berada di Bangkalan dan ada juga warga sekitar pabrik yang menjual serai ke lokasi pabrik. Serai dimanfaatkan sebagai bumbu untuk mengharumkan makanan.

3)      Bawang Putih

Bawang putih didapatkan dari pasar tradisional yang letaknya tidak jauh dari lokasi pabrik sehingga mudah didapat. bawang putih berfungsi sebagai antioksidan dan dapat menurunkan kadar glukosa darah.

 

  1. Bahan baku kering (BAHAN BAKU KERING BUKAN INI KEK!!,tp ne Cari Devinisinya,)

1)      Wijen

Wijen (Sesamum indicum L. syn. Sesamum orientalis L.) adalah semak semusim yang termasuk dalam famili Pedaliaceae. Tanaman ini dibudidayakan sebagai sumber minyak nabati, yang dikenal sebagai minyak wijen, yang diperoleh dari ekstraksi bijinya. Afrika tropik diduga merupakan daerah asalnya, yang lalu tersebar ke timur hingga ke India dan Tiongkok. Di Afrika Barat ditemukan pula kerabatnya, S. ratiatum Schumach. dan S. alabum Thom., yang di sana dimanfaatkan daunnya sebagai lalap. S. ratiatum juga mengandung minyak, tetapi mengandung rasa pahit karena tercampur dengan saponin yang juga beracun.

2)      Ketumbar

Ketumbar (Coriandrum sativum) adalah tumbuhan rempah-rempah yang populer. Buahnya yang kecil dikeringkan dan diperdagangkan, baik digerus maupun tidak. Bentuk yang tidak digerus mirip dengan lada, seperti biji kecil-kecil berdiameter 1-2 mm. Dalam perdagangan obat ia dinamakan fructus coriandri. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai coriander dan di Amerika dikenal sebagai cilantro. Tumbuhan ini berasal dari Eropa Selatan dan sekitar Laut Kaspia.

Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu berupa biji berbentuk butiran beraroma keras yang dinamakan ketumbar. Dengan tambahan bumbu tersebut, aroma masakan akan lebih nyata.

Tak hanya bijinya saja yang sering digunakan dalam masakan. Daunnya yang majemuk seperti seledri itu sering diiris tipis dan dijadikan taburan dalam masakan seperti sup dan salad khas Thailand. Di negara itu, ketumbar diberi nama phak chee. Sama dengan bijinya, daun ketumbar juga beraroma tajam.

Biasanya, tumbuhan ini ditanam di kebun-kebun daerah dataran rendah dan pegunungan. Seperti halnya seledri, tumbuhan ini hanya mencapai ketinggian satu meter dari tanah.

Daunnya hijau dengan tepian bergerigi. Sedangkan, untuk bunga mejemuknya berbentuk payung bersusun berwarna putih dan merah muda. Untuk buah, bentuknya hampir bulat berwarna kuning bersusun, Kalau matang, buahnya mudah dirontokkan. Setelah itu, buahnya dikeringkan.

Di sana, biji yang dikeringkan Di beberapa daerah, ketumbar sering diberikan nama yang berbeda-beda.

3)  Manfaat ketumbar

Manfaat dari tumbuhan ini sudah banyak dirasakan di berbagai negara. Ketumbar biasanya digunakan pelancar pencernaan, peluruh kentut (carminative), peluruh ASI (lactago), dan penambah nafsu makan (stomachica). Namanya berbeda-beda di berbagai negara juga di berbagai daerah di Indonesia.

Manfaat yang diambil dari ketumbar adalah dari daun, biji, dan buah. Dari semua bagian itu terdapat kandungan berupa sabinene, myrcene, a-terpinene, ocimene, linalool, geraniol, dekanal, desilaldehida, trantridecen, asam petroselinat, asam oktadasenat, d-mannite, skopoletin, p-simena, kamfena, dan felandren.

Khasiatnya tak sebatas pelancar pencernaan saja. Ketumbar juga berguna untuk meredakan pusing, muntah-muntah, influenza, wasir, radang lambung dan radang payudara, campak, masuk angin, tekanan darah tinggi, dan lemah syahwat.

Penggunaan ketumbar bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti ditumbuk halus dan direbus, baik untuk pengobatan luar, maupun dalam.

Untuk pengobatan luar biasanya dihaluskan dan dijadikan adonan dengan dicampur air dan bahan lainnya. Lalu adonan itu ditempelkan pada bagian yang sakit. Cara ini dilakukan untuk perut kembung (ditambah katuk, bawang merah, dan buah pinang), sakit kepala (ditambah buah pinang, daun sirih, mangle, dan pacar jawa), serta radang payudara.

Sementara, untuk pengobatan dalam biasanya ketumbar direbus. Setelah direbus dan ditambah beberapa bahan lain, air rebusannya disaring lalu diminum secara rutin. Cara ini digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (ditambah seledri), influenza (ditambah jahe, daun bawang putih, dan madu), batuk (ditambah kayu manis, kumis kucing, dan gula aren), memperbanyak ASI, muntah-muntah, radang lambung, keracunan jamur, dan lainnya.

Cara lainnya adalah dengan menyangrai biji ketumbar, ditumbuk halus, lalu diseduh dengan air (wasir). Ada pula dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lainnya, ditambah air, disaring lalu diminum (lemah syahwat). Untuk mengatasi batuk, ketumbar, jahe, dan buah pir di tim, lalu dimakan. Cara untuk mengatasi haid tak lancar beda lagi. Caranya adalah dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lain, direbus, lalu disaring.

4)      Kayu Manis

Kulit kayu manis atau lebih dikenal dengan nama yang kurang tepat kayu manis (Cinnamomum verum, synonym C. zeylanicum) ialah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah ke dalam makanan yang dibakar manis, anggur panas.

Kayu manis adalah salah satu bumbu makanan tertua yang digunakan manusia. Bumbu ini digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit, dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung.

Spesies

beberapa spesies kayu manis yang dijual dipasaran diantaranya ;

  • Cinnamomum verum (True cinnamon, Sri Lanka cinnamon atau Ceylon cinnamon).
  • C. burmannii (Korintje atau Indonesian cinnamon).
  • C. loureiroi (Saigon cinnamon atau Vietnamese cinnamon).
  • C. aromaticum (Cassia atau Chinese cinnamon).

Cinnamon Sri Langka sering kali hanya menggunakan kulit bagian dalam yang lebih tipis,lebih memiliki kesegaran,kurang padat,dan lebih beraroma dan lebih lembut dalam rasa daripada Cassia.Cassia memiliki rasa yang lebih kuat(sering lebih pedas) daripada Cinnamon Sri Langka dan umumnya berwarna merah kecoklatan sedang hingga ringan,keras dan bertekstur kayu,serta lebih tebal (2–3 mm (0.079–0.12 inch) dan menggunakan seluruh lapisan kulitnya.

Manfaat

Kayu manis adalah suatu jenis bahan pangan yang memiliki aroma harum dan rasa manis yang khas. Inilah mengapa kayu manis digunakan sebagai bahan penyedap untuk kue dan juga bahan minuman. Namun selain manis dan harum, kayu manis ini juga bermanfaat untuk mengatasi keluhan kesehatan pada tubuh manusia lho.

Kayu manis secara internasional disebut sebagai Cinnamon dalam bahasa Yunani yang berarti kayu yang manis. Banyak tumbuh di pulau Jawa, tanaman ini termasuk famili Laureceae. Memiliki tinggi maksimal sembilan meter dan kulit kayu berwarna abu-abu licin. Bagian yang dimanfaatkan dari kayu manis adalah kayu bagian dalam yang beraroma harum dan berwarna lebih gelap dari kayu bagian luar. Kayu bagian dalam itulah yang kemudian diproses dengan dijemur pada sinar matahari sehingga menjadi gulungan dengan ukuran rata-rata lima sentimeter atau ditumbuk menjadi bubuk yang tahan lebih lama untuk disimpan.

Pada resep-resep minuman masyarakat Jawa, kayu manis sepertinya tidak pernah absen. Selain menyukai rasa manis, masyarakat Jawa juga menyukai sesuatu yang harum. Cara penyajian kayu manis untuk minuman dan makanan seringnya sebagai berikut:

  • Digunakan sebagai pengaduk pada minuman hangat atau panas seperti segala macam jenis wedang, susu, cokelat ataupun minuman sereal. Kayu manis akan memberikan sedikit rasa manis dan juga akan menguatkan aroma harum dalam miniuman tersebut. Selain itu juga digunakan sebagai pemercantik sajian minuman tersebut.
  • Kayu manis bubuk dapat diseduh dengan teh dan menguatkan aroma teh yang sudah harum serta memberikan sedikit rasa manis diantara rasa teh yang pahit sehingga lebih sedap. Khasiat teh akan berlipat ganda jika ditambahkan kayu manis dalam penyeduhannya.
  • Potongan kecil kayu manis dapat digunakan untuk menghias kue, namun jangan terlalu besar karena nanti rasanya akan kurang enak. Penyajiannya juga jangan terlalu banyak karena ini hanya hiasan dan juga penambah aroma kue saja.
  • Kayu manis atau Cinnamomun burmanni selama ini banyak dimanfaatkan ibu-ibu rumah tangga sebagai bumbu dapur dan bahan pembuatan jamu. Aromanya yang harum menyengat, serta rasanya manis sangat cocok sekali buat campuran kue dan cake. Dengan bantuan kayu manis kita dapat membuat makanam yang sangant lezat dan enak. Di balik kelezayan itu, ternyata banyak kandungan dan manfaat dari kayu manis Kayu berkulit kasar itu ernyata tersusun dari senyawa sinamaldehid. Sinamaldehid merupakan turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, senyawa sinamaldehid diketahui memiliki sifat anti-agregasi platelet dan sebagai vasodilator secara in vitro. Platelet adalah kolesterol yang menempel pada pembuluh darah. Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya asterosklerosis atau lemak mengeras di pembuluh arteri pada makhluk hidup. Demikian diungkapkan Fauzan Azima, Mahasiswa S-3 Program Studi Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) saat sidang terbuka disertasi Aktivitas Antioksidan Dan Anti-Agregasi Platelet Ekstrak Cassia Vera (Cinnamomum burmanni), Serta Potensinya Dalam Pencegahan Aterosklerosis pada Kelinci, di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Kamis (16/9). Aterosklerosis dipicu kadar kolesterol yang tinggi atau hiperkolesterolemia dalam darah. Di samping itu, lanjutnya, proses modifikasi LDL (low density lipid) atau lebih dikenal dengan sebutan lemak jahat, juga merupakan faktor penting yang memacu aterosklerosis. Karena LDL termodifikasi atau teroksidasi tidak dapat dikenali makrofag melalui reseptor normalnya, sehingga LDL akan ditangkap dengan reseptor scavenger. Pada akhirnya makrofag akan berubah menjadi sel busa dan secara bertahap akan menjadi aterosklerosis. Menurutnya, bila aterosklerosis menyumbat pembuluh darah lebih dari 70%, maka kondisinya sudah mengkhawatirkan. Keadaan terparah adalah orang tersebut mengalami infark jantung atau stroke. Aterosklerosis ini identik dengan penyakit usia senja yang berusia 40 tahun ke atas. Akan tetapi penemuan terbaru mengatakan, aterosklerosis juga bisa diderita anak remaja mulai usia 12 tahun. Hal ini karena pola makan yang kurang baik seperti makanan berkadar lemak dan gula tinggi. Keampuhan kayu manis dalam menurunkan total kolesterol tubuh telah dicobakan Fauzan pada kelinci. Terbukti, kelinci yang diberi pakan mengandung ekstrak kayu manis, total kolesterolnya turun dari 44,3 mg/dl menjadi 139,1 mg/dl, LDL-C dari 286,5 mg/dl menjadi 95,8 mg/dl, dan kadar trigliserida dari 122,2 mg/dl menjadi 61,2 mg/dl. Yang mengejutkan lagi ekstrak kayu manis itu mampu meningkatkan High Density Lipid (HDL-C) dari 32,4 mg/dl menjadi 50,0 mg/dl, dan menekan terjadinya lemak pada hati kelinci yaitu dari 27,47 menjadi 3,59 rata-rata butir lemak per bidang pandang dalam perbesaran mikroskop 400 kali. Pemberian ektrak yang masuk dalam rumpun cassia vera sebanyak 200 ppm/kg berat badan/hari ini lebih efektif dari pada pemberian 100 ppm/kg/bb/hari maupun obat aterosklerosis (Lipanthyl 300 mg/Fenolfibrate). Pria kelahiran Bukittinggi 13 Oktober 1967 ini menyatakan, selain dapat mencegah aterosklerosis, kayu manis juga mengandung senyawa antioksidan yang efektif mencegah kanker. Sebenarnya, untuk melindungi dari oksidatif yang disebabkan radikal bebas, tubuh menyediakan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, glutation peroksidase (GPx), senyawa antioksidan dan radical scavenger seperti glutation, ubiquinol dan asam urat. ”Hanya saja, kadang karena produksi radikal bebas melebihi normal, tubuh butuh asupan antioksidan dari makanan. Di sinilah kayu manis sangat dibutuhkan,” kata Fauzan. Lebih lanjut staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang ini mengatakan, kekuatan antioksidan kayu manis yang diekstrak etanol lebih besar dibanding BHT (antioksidan sintetis) dan tokoferol pada konsentrasi sama. Bagi yang ingin mengonsumsi kayu manis, bentuk ekstrak tentu sangat tidak nyaman. Fauzan menyarankan untuk mengolahnya dalam campuran minuman fungsional layaknya minuman Cinna-Ale buatan dosen IPB atau dalam makanan seperti aneka bakery, cake, kue, bumbu masakan atau sumber flavor, es krim, kembang gula, makanan ringan, dan extrude

    ArtikelAsli:http://massaidi.blogspot.com/2011/02/manfaat-kayu-manis.html .
    Baca juga Artikel Kesehatan dan Cara Memperbesar Penis – Under Common Share Alike Atribution.

  • Digunakan sebagai bumbu pada beberapa jenis masakan seperti nasi uduk, pasta dan lain-lainnya. Kayu manis akan memberikan rasa dan aroma yang khas dan sulit untuk dicari gantinya.
  • Kayu manis bermanfaat sebagai penguat rasa dan pengharum pada olahan makanan dan minuman, selain itu cinnamon atau kayu manis juga berkhasiat untuk meredakan masalah kesehatan antara lain untuk menurunkan gula darah, menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol, mengurangi nyeri otot, mengurangi masalah sendi, memperbaiki masalah gusi, mengatasi radang tenggorokan, meredakan panas dalam dan sariawan serta menghilangkan masalah bau mulut.
  • Saran penyajian untuk pengobatan tersebut bisa didapat dengan meminum rebusan parutan kayu manis tanpa dicampur dengan makanan atau minuman. Untuk radang tenggorokan, sariawan dan bau mulut bisa diatasi dengan berkumur air rebusan kayu manis dengan perbandingan setengah sendok teh kayu manis dan satu gelas air. Kayu manis bubuk dapat disimpan selama enam bulan sedangkan kayu manis batangan tidak lebih lama daripada itu. Keduanya harus disimpan pada tempat yang kering, sejuk dan gelap. (iwan)

 

4.1.1.                  Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi merupakan alat untuk mencapai tujuan dari suatu industri. Berhasil dan tidaknya industri dalam mencapai tujuan juga ditentukan oleh baik buruknya struktur organisasi yang diterapkan.

Karena Industri Kecap Cap buah Apel Bangakalan ini merupakan Industri Rumah tangga. Sehingga struktur organisasi pada UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan tergolong sederhana yaitu hanya terdiri dari Pimpinan, Karyawan Bagian Produksi, dan Karyawan Pemasaran yang merangkap sebagai karyawan Pengiriman.

Diskripsi jabatan adalah pernyataan-pernyataan tertulis yang meliputi tugas-tugas, wewenang, serta tanggung jawab. Berikut ini adalah diskripsi jabatan yang ada didalam UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan sebagai berikut :

  1. Pimpinan

Fungsi dari pimpinan yakni bertanggung jawab terhadap perkembangan lebih lanjut tentang semua aktivitas yang dikelolanya. Tugas wewenang dan tanggung jawab pimpinan antara lain:

  1. Mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian operasi    perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan.
  2. Melakukan pengawasan dan koreksi terhadap semua kegiatan yang ada didalam Perusahaan tersebut, baik yang bersifat teknis maupun manajemen.
  3. Bertanggung jawab secara umum dan menyeluruh terhadap jalannya perusahaan, baik hubungan di dalam perusahaan (internal) maupun di luar perusahaan (eksternal) itu sendiri.
  4. Melakukan pembelian bahan baku sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh bagian produksi.
  5. Menyediakan segala kebutuhan untuk proses produksi.
  6. Melakukan pengecekan terhadap bahan baku yang telah dibeli, sebelum dimasukkan didalam gudang.
  7. Bagian Produksi

Bagian produksi mempunyai tugas dan wewenang antara lain :

  1. Mengadakan pengawasan terhadap para pekerja agar hasil yang dicapai sesuai dengan keinginan.
  2. Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan bawahannya.
  3. Mengadakan kontrol untuk menjamin kelancaran proses produksi.
  4. Bertanggung jawab terhadap pimpinan perusahaan.
  5. Bertanggung jawab terhadap proses produksi.
  6. Bagian Penjualan dan pengiriman

Bagian penjualan dan pengiriman mempunyai tugas dan wewenang antara lain :

  1. Mengadakan transaksi penjualan produk.
  2. Melaksanakan pemasaran barang-barang yang telah selesai diproduksi.
  3. Bertanggung jawab terhadap pimpinan perusahaan.
  4. Bertanggung jawab atas kelancaran pengiriman barang hasil produksi kepada langganan atau konsumen perusahaan.

Peralatan

Jenis peralatan yang digunakan pada proses produksi adalah menggunakan cara tradisional dan peralatan yang digunakan bersifat sederhana. Peralatan yang digunakan untuk produksi kecap adalah sebagai berikut:

  1. Kompor

Kompor digunakan untuk proses penyangrai bumbu-bumbu tambahan, pada proses penyangrai bumbu, biasanya kompor hanya digunakan ± 15 menit dalam 1 hari.

  1. Pengaduk Kecap

Pengaduk Kecap ini terbuat dari bambu yang digunakan untuk mengaduk kecap yang sedang di masak. Agar kecap tidak hangus dan lengket pada tungku. Pengaduk kecap ini digerakan oleh tenaga manusia dan tidak menggunakan mesin.

  1. Penumbuk bumbu

Penumbuk bumbu ini terbuat dari batu dan Gentong yang digunakan untuk menumbuk bumbu basah maupun bumbu kering.

  1. Kain saring dan dandang penyaring

Digunakan untuk menyaring kecap yang sudah masak. Dengan cara kain saring diletakan di atas danndang penyaring yang terbuat dari anyaman bambu yang berbentuk setengah bola.

  1. Bak Penampungan

Digunakan untuk menampung kecap yang telah di saring.  Terbuat dari stainles dengan Diameter 1 meter dan tinggi 0,5 meter dan terdapat 3 buah.

  1.  Bak Pengangkut

Digunakan untuk mengangkut kecap yang telah maupun belum di saring. Yang telah di saring di angkut dengan bak pengangkut ini dan dimasukan ke dalam galon besar. Bak pengankut ini juga digunakan untuk mengangkut kecap dari tungku pemasakan sampai pada proses penyaringan. Bak pengangkut ini terbuat dari stainless.

4.1.2.      Proses Produksi

Menurut Assauri (1998), proses produksi adalah suatu cara untuk membuat atau menambah manfaat suatu barang dan jasa dengan menggunakan beberapa faktor seperti tenaga kerja, mesin, bahan dan dana. Untuk memperoleh produk yang berkualitas tinggi dibutuhkan cara produksi yang berkualitas. Oleh karena itu, ada beberapa langkah kerja yang harus dilaksanakan sebagai bagian dari mekanisme kerja.

Industri kecap UD. Kecap Cap Buah Apel  Bangkalan yang berusaha menjaga kualitas hasil produksi kecapnya juga menerapkan proses produksi yang baik dalam pelaksanaan produksi kecapnya. Adapun urutan proses produksi yang dilakukan di UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan adalah sebagai berikut :

Proses produksi pada UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan memiliki tahapan-tahapan sebagai berikut:

Tahap 1. Persiapan (Bahan baku)

Pada tahap persiapan bahan baku ini adalah menyiapkan semua bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan kecap, baik dari bahan baku utama maupun bahan baku tambahan. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut : kedelai, gula merah (jawa dan madura), serai, lengkuas, bawang putih,Wijen ketumbar, dan Kayu Manis.

Tahap 5. Penumbukan

Pada proses penumbukan ini kedelai semua bumbu di tumbuk menjadi halus. Sehingga lebih mudah tercampur dengan bahan baku yang lainnya.

Tahap 6. Pemasakan

Pada tahap pemasakan ini, kedelai dimasukkan ke tungku pemasakan dan dicampur dengan gula merah, bumbu tambahan (bawang putih, serai, lengkuas Wijen ketumbar, dan Kayu Manis). yang sudah di tumbuk sebelumnya serta ditambahkan air sampai tanda yang telah ditentukan. Proses pemasakan ini dilakukan selama ± 4 jam.

Tahap 7. Penyaringan

Pada tahap penyaringan ini, kecap yang sudah jadi dilakukan penyaringan langsung tanpa menunggu sedikitpun. Penyaringan dilakukan sebanyak dua kali. Penyaringan pertama dilakukan dengan menggunakan kain penyaring (kasa), sedangkan untuk penyaringan ke dua menggunakan alat yang terbuat dari anyaman bambu. Penyaringan kedua ini dilakukan untuk mengambil sisa-sisa kecap dari ampasnya. Waktu penyaringan secara keseluruhan ± 1 jam.

Tahap 8. Penuangan

Penuangan ini dilakukan ke botol secara langsung namun menunggu kecap dingin terlebih dahulu,Biasanya di lakukan setelah ke esokan hari dari proses produksi. Dalam penuangan kecap ke botol dilakukan oleh beberapa karyawan, sehingga isi kecap dalam botol bisa dikatakan sangat beragam.

Tahap 9. Pelabelan

Pelabelan dilakukan secara langsung setelah pengisian. Pelabelan terdapat dua tahap, tahap pertama melakukan pengepresan tutup pada botol kecap dan tahap yang kedua melakukan penempelan atribut yang lainya sesuai dengan label pada tutup botol. Untuk lama kadaluarsanya tidak tercantum karena perusahaan akan berproduksi jika semua produknya sudah terpasarkan semua.

Tahap 10. Pengepakan

Pengepakan dilakukan setelah semua produk selesai dan siap untuk di distribusikan. Pada saat pengepakan produk selesai, produk  sudah siap untuk dipasarkan.

4.1.3.      Jadwal Produksi

Dalam menjalankan proses produksi, suatu perusahaan membutuhkan jadwal produksi untuk mengatur jalannya proses produksi selama satu hari jam kerja. Jadwal produksi dikhususkan untuk memanajemen waktu produksi agar efektif dan efisien. Jadwal produksi yang diterapkan oleh UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1. Jadwal proses produksi kecap

No.

Jam (Wib)

Keterangan

 

1.

Hari produksi

05.30 – 11.00

 

Proses penumbukan bumbu basah, bumbu kering, produksi kecap, pembersihan botol bekas, penjemuran botol, dan pembersihan botol yang bersih.

2.

11.00 – 13.00

Penyaringan kecap.

 

 

 

3.

Pengisian ke dalam botol

 

07.00 – 12.00

 

 

 

Pengisian kecap ke botol, pelabelan, penyimpanan.

Sumber : UD. Kecap Apel Bangkalan, 2013

4.1.4.      Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi adalah jumlah produk yang dihasilkan oleh suatu fasilitas selama satu periode. Kapasitas produksi yang diterapkan pada UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan adalah ± 9 jam kerja tiap kali produksi. Sedangkan untuk kapasitas kecap yang dihasilkan oleh UD. Kecap Cap Buahh Apel Bangkalan  setiap kali produksi rata-rata ± 2500 botol untuk ukuran 600 ml. 

4.1.5.      Tenaga Kerja

Seiring berjalannya waktu UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan, perusahaan tidak banyak melakukan perubahan, misalnya pada tungku proses produksi yang ukurannya tidak ada perubahan dari pada sebelumnya. Dengan demikian secara tidak langsung, hasil produksi tetap konstan  termasuk dari tenaga kerja yang dibutuhkan tidak mengalami perubahan jumlahnya karena masih bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik. Adapun daftar jumlah tenaga kerja pada UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2. Jumlah Tenaga Kerja

Jabatan

Jumlah

Total Tenaga Kerja

 

Pimpinan

 

1

5

Bagian Produksi

2

Bagian Penjualan dan pengiriman

2

 

 

Sumber : UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan, 2013

4.1.6.      Sistem Pembayaran

Sistem pembayaran wajib karyawan pada UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan dilakukan pada tiap bulan,. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3. Sistem Pengupahan Karyawan

No.

Profesi

Jenis Pembayaran

Pembayaran

Total

1.

Karyawan

Gaji/ bulan

Transportasi/hari

Uang Makan/hari

Rp. 900.000,-

Rp.     5.000,-

Rp.   20.000,-

Rp.1.550.000,-

Sumber : UD. Kecap Cap Buah Apel Bangkalan, 2013

Jika di setiap minggunya karyawan masuk secara rutin, maka karyawan tersebut akan diberikan bonus mingguan yang diberikan di akhir bekerja, yaitu setiap hari sabtu. Akan tetapi, jika dalam satu minggu karyawan ada yang tidak masuk, maka karyawan yang bersangkutan tidak dapat menerima bonus tambahan. Untuk besarnya bonus tambahan ditentukan langsung oleh perusahaan.

4.1.7.      Jam Kerja

Untuk menjamin ketertiban dalam perusahaan dan juga agar terjaminnya kelangsungan proses produksi, maka UD. Kecap Cap Apel Bangkalan dalam menjalankan aktivitas perusahaan memberlakukan jam kerja bagi karyawan khususnya bagian produksi adalah sebagai berikut :

Tabel 4.4. Jam Kerja Karyawan

No.

Hari

Lama Kerja

Keterangan

 

1.

 

Hari Produksi

 

05.30 – 11.00

11.00 – 12.00

12.00 – 14.00

 

Masuk kerja

Istirahat

Masuk kerja

 

 

2.

 

Pengisian Botol

 

07.00 – 11.30

 

 

Masuk kerja

Sumber : UD. Kecap Cap Jeruk Pecel dan Salak Bangkalan, 2012

4.1.8.                  Pemasaran Produk

Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia (Anonymous, 2012).

Pemasaran produk pada UD. Kecap Cap Apel Bangkalan dilakukan di berbagai daerah di Bangkalan (Kamal-Blega), dan tidak merangkap ke luar Kota Bangkalan karena memang perusahaan UD. Kecap Cap Apel ini tergolong Perusahaan yang bersekala Kecil.

4.1.9 Harga Pokok

Harga merupakan unsur yang sangatlah penting di dalam pembelian suatu produk oleh para konsumen maupun pedagang perantara. Adapun penetapan harga kecap pada UD. Kecap Cap Apel Bangkalan ini hanya ada 2 variasi. Yaitu untuk botol yang berukuran kecil dengan isi 300 ml dibandrol dengan harga Rp. 4.000,- sedangkan untuk botol yang berukuran besar dengan isi 600 ml dibandrol dengan harga Rp. 8.000,- .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s